Memerankan Tokoh Drama

Pernahkah kamu menonton sebuah pementasan drama atau teater ? Apakah
saat menyaksikan pementasan drama tersebut, kamu turut menjiwai para pelaku
dalam membawakan cerita? Bagaimana perasaanmu? Apakah turut sedih,
gembira, bahagia, kecewa, atau yang lain?
Mampukah kamu bermain drama dan memerankan tokoh sesuai dengan
karakternya? Untuk itu, mari kita pelajari materi ini bersama!
1. Berlatih Pemeranan
Memerankan suatu tokoh drama memerlukan keahlian, keberanian, dan
keterampilan. Jadi, jika kamu ingin bermain bagus, syaratnya kamu harus mampu
menguasai teknik pemeranan. Sebelum bermain, berlatihlah untuk memahami
Olah vokal atau suara dalam dialog, gerakan, mimik, watak, dan sifat dari tokoh
yang akan kamu perankan.
Dialog adalah percakapan atau kata-kata yang diucapkan oleh pemain dalam
pementasan drama.
   
                   Hasil gambar untuk drama korea

Perempuan : (marah) “Rupanya kau sudah menjadi gila!
Neraka atau Surga katamu? Di surga tak
mungkin. Sebab kaulah yang menghalanghalangi
aku untuk pergi ke situ kelak.
Kaulah yang menyeret aku ke Neraka.”

itu tadi terdiri atas Dialog yang diucapkan (wawancang),Pelaku/tokoh,Ekspresi/gerakan pemain (kramagung)

Dialog yang baik ialah dialog yang terdengar jelas artikulasinya, dimengerti
penonton, dan menjiwai karakter tokohnya.
Mimik adalah peniruan dengan gerak-gerik raut muka disertai anggota badan
dalam mementaskan sebuah drama.

Contoh:
Lelaki: (Terkejut bangun memandang kepala yang baru datang itu dengan
mata yang berkunang-kunang). “ Kau...kau ?”

Dalam dialog di atas diperankan dengan mimik wajah yang terkejut, agak sedih,
mata berkaca-kaca seolah akan menangis)
Mimik yang baik diperankan sesuai dengan petunjuk naskah drama, dijiwai dan
dihayati, jelas, dan tidak ragu-ragu.
Jadi, jika kamu memerankan tokoh yang sedang marah, raut mukamu
hendaknya menunjukkan orang yang sedang benar-benar menampilkan ekspresi
marah, muka merah, mata melotot, berkacak pinggang, alis mata dinaikkan.
Demikian juga untuk peran orang yang sedih, ekspresimu harus
menunjukkan orang yang benar-benar sedih. Mimik menunjukkan muka yang
cemberut, mata berkaca-kaca, dan keluarkan air matamu.
2. Berlatih Peran sesuai Dialog Naskah Drama
Agar kamu dapat bermain drama dengan bagus, maka perhatikanlah hal-hal
berikut ini.
a. Hafalkan dan pahami teks drama yang akan kamu perankan.
b. Perhatikan wawancang, kramagung, dan dialognya.
- Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh
tokoh cerita.
- Kramagung adalah petunjuk, perilaku, tindakan, atau perbuatan yang
harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung biasanya
ditulis dengan cetak miring dan berada di dalam kurung.
c. Ucapkan dialog secara ekspresif sesuai dengan jenis tokoh dan karakter yang
diperankan.
d. Lakukan gerak-gerik (gesture) anggota tubuh/pantomimik sesuai dengan
penghayatan perannya.
e. Lakukan gerakan mimik (roman) muka yang sesuai dengan naskah drama.

Coba kamu peragakan peran-peran berikut di depan kelas!
Gunakan dialog, gerak-gerik, dan mimik yang penuh ekspresif dan menjiwai
karakter. Jika belum paham, mintalah bimbingan dan arahan guru teatermu!
1. Seorang remaja yang sedang sedih karena ditinggal pergi oleh sahabat
karibnya.
2. Seorang laki-laki dewasa yang sedang marah karena dituduh mencuri
sejumlah uang yang tidak ia lakukan.
3. Seorang ayah yang sudah renta sangat gembira mendengar anak laki-lakinya
diwisuda sebagai dokter dari universitas negeri terkemuka berkat usaha
kerasnya.
4. Seorang pelajar yang kecewa karena hasil ulangan tidak sesuai dengan apa
yang ia pikirkan.
5. Seorang pastor atau ustad menasihati umatnya yang sedang mabukmabukkan.
Previous
Next Post »