Membuat Resensi

1. Pengertian Resensi
Resensi adalah tulisan atau informasi yang membahas, mengulas, dan
memberi pertimbangan mengenai karya orang lain tentang kelemahan,
keunggulan, dan kelayakan buku tersebut dibaca oleh pembaca, pendengar, atau
penonton. Karya yang biasa diresensi antara lain buku, gambar, musik, atau film.
Orang yang membuat suatu resensi disebut dengan resensator. Pada pelajaran
kali ini kamu akan berlatih membuat resensi buku.

2. Struktur Resensi
Resensi terdiri atas empat bagian utama. Keempat bagian tersebut adalah
identitas karya, bagian sinopsis, bagian ulasan atau telaah atau bahasan, dan bagian
penutup.
a. Bagian identitas, biasanya dicantumkan identitas karya atau karangan yang
diresensi. Identitas meliputi judul karangan, pengarang, penerbit, kota
penerbit, tahun terbit, tebal buku (jumlah halaman), dan harga buku. Bagian
ini bertujuan untuk memperkenalkan kehadiran sebuah karya buku baru
kepada masyarakat pembaca.
b. Bagian sinopsis mencantumkan ringkasan karangan. Karya yang diresensi
biasanya dipilih jenis buku fiksi atau nonfiksi, kemudian dibuat sinopsisnya
yang berisi pokok-pokok isi buku.

                 Hasil gambar untuk resensi 

c. Bagian ketiga adalah ulasan. Bagian ini berisi bahasan, ulasan, atau
pertimbangan mengenai “baik” atau “buruknya” sebuah buku. Betapapun
juga, dari sebuah karya pasti ada sisi baiknya dibandingkan dengan karyakarya
lain yang sejenis. Sebaliknya, betapapun bagusnya, sebuah buku pasti
ada saja kekurangan atau kelemahannya.
d. Bagian penutup, biasanya berisi simpulan.

contoh resensi

Musisiku Musisi Indonesia  ------->  Judul resensi

Judul buku : Musisiku
Penulis : KPMI (Kelompok
Pencipta dan                             -->      Identitas buku
Musisi Indonesia)
Penerbit : Republika
Ukuran : 20,5x13,5 cm
Harga : Rp45.000,00
Jumlah halaman: 200 halaman

gambar buku             ---> berisi gambar sampul buku

Siapa saja musisi Indonesia yang telah berhasil menorehkan tinta   --->Sinopsis isi secarasingkat
emas dalam sejarah industri musik sejak dasawarsa 50-an hingga
80-an?

Bing Slamet, salah satunya, adalah penyanyi, gitaris, komposer,
aktor, dan komedian. Titiek Puspa, namanya yang tertatah pada
dunia musik hingga layar lebar, hingga kini tetap bertahan di gugus
musik Indonesia. Begitu juga dengan Koes Plus, apa pun yang dibuat   -> ulasan
oleh Koes Plus pada zamannya, akan berubah menjadi emas. Siapa
yang tak kenal dengan Chrisye? Karir musiknya selama 30 tahun
begitu gemilang. Mereka adalah beberapa di antaranya.

Benyamin Sueb, Lilis Surjani, Jack Lesmana, Keenan Nasution,
Yockie Soeryoprayogo, Fariz RM, Sylvia Saartje, Franky & Jane,
Gombloh, Vina Panduwinata, dan masih banyak lagi terdapat dalam
buku “Musisiku” ini yang ditulis dengan catatan biografi, sedikit        -> penutup
analisis, serta dilengkapi dengan diskografi.
Buku ini memang ingin membentang perjalanan musik Indonesia
dengan sederet pelakunya yang mewakili zamannya.

Wartawan Republika                                                                           --> resensator
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari resensi di atas, coba jawablah pertanyaan berikut!
1. Tunjukkan bagian dari resensi yang mengulas kelebihan dan kekurangan
buku.
2. Menurutmu, sebagai remaja sekaligus pelajar, layakkah buku tersebut kamu
baca? Berikan alasanmu!
3. Tunjukkan kelebihan tulisan pengarang dari resensi di atas!
4. Coba jelaskan bagaimana cara menulis kelebihan dan kekurangan buku yang
baik!
5. Bagaimana cara menulis resensi pada buku jenis fiksi? Berilah contohnya!
1. Berkunjunglah ke toko buku atau ke perpustakaan sekolahmu!
2. Carilah tiga buah buku berjenis fiksi, budaya, dan iptek!
3. Coba resensilah buku tersebut dengan menujukkan bagian-bagiannya!
4. Laporkan hasilnya kepada guru.

Kerjakan sesuai perintah!
1. Tulislah isi dari pidato sambutan berikut ini!
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya
sayangi, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt. atas segala
limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita senantiasa sehat wal afiat.
Pada kesempatan yang berbahagia ini akan saya sampaikan beberapa hal
tentang kecelakaan lalu lintas yang terjadi akhir-akhir ini.
Banyak sekali kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Dari
kecelakaan lalu lintas darat, laut, maupun udara.
Hadirin yang berbahagia,
Sebenarnya apabila kita tinjau lebih dalam, beberapa kecelakaan lalu lintas
akhir-akhir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam tetapi ketidakmampuan
kita membaca tanda-tanda alam. Selain itu kecelakaan lalu lintas di negara
kita membuktikan bahwa kualitas alat transportasi di negara kita masih
tertinggal jauh dari negara lain dan kualitas kemampuan pengemudi yang
masih rendah.
Untuk itu kita harus dapat mengantisipasi hal ini dengan memilih sarana
transportasi yang kecil presentasinya menyebabkan kecelakaan, selain itu kita
juga harus mempertimbangkan kondisi alam. Tetapi kita harus tetap
menyadari bahwa dibalik itu semua ada kekuasaan Allah swt. yang tak dapat
terelakkan. Manusia memang hanya dapat berusaha, tetapi Allah-lah yang
akan menentukan.
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya
sayangi.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, terlepas dari itu saya
juga manusia yang dapat berbuat salah, apabila dalam saya menyampaikan
tadi terdapat kata-kata yang tidak berkenan di hati, saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
2. Dari teks pidato sambutan di atas, coba kamu tunjukkan bagian pembuka,
bagian inti, dan bagian penutup pidato.
3. Bacalah artikel berikut ini, kemudian tulislah gagasan pokok tiap paragraf.
Dari pokok tiap paragraf tersebut susunlah menjadi kesimpulan isi artikel.
Menghindari Kekerasan Verbal pada Anak
Penyebutan nama untuk anak yang bersifat merendahkan atau makian,
seperti “kamu bodoh”, “anak nakal”, atau sering menyebutnya sebagai
“sebuah kesalahan terbesar” merupakan bagian dari bentuk-bentuk
kekerasan verbal. Biasanya hal ini terjadi ketika anak melakukan suatu hal
yang diangap salah. Sayangnya, bukannya diberi pandangan dan alasan yang
tepat mengapa hal tersebut tidak boleh dilakukan, yang diterima justru hanya
kemarahan.
Hal ini pun menimbulkan dampak angka panjang pada anak, terutama
pada segi perkembangan psikologis hingga anak dewasa. Di antaranya adalah
persepsi diri yang negatif, anak enggan bersosialisasi, tidak mampu mengontrol
amarahnya, dan melakukan kekerasan verbal terhadap teman sebayanya atau
anaknya kelak ketika mereka sudah menjadi orang tua. Dengan kata lain,
bentuk-bentuk kekerasan seperti ini pun akan terus berlangsung dari generasi
ke generasi.
Tak ada cara lain selain memulainya dari diri sendiri untuk memutus
lingkaran tersebut. Memerhatikan nada bicara dan menggunakan kosa kata
yang tepat merupakan salah satu cara untuk menghindari terjadinya
kekerasan verbal. Pada sebagian orang, kebiasaan ini memang sulit untuk
segera dilakukan, namun dengan sering melakukannya baik kepada pasangan
maupun orang-orang di sekitar maka hal tersebut sangat mungkin menjadi
kenyataan. Terutama jika dalam keadaan emosi tinggi, di mana dalam momen
seperti inilah kekerasan verbal kerap sulit dihindari. Pada akhirnya, anak
juga akan mencontoh perilaku tersebut sehingga tidak berkata kasar baik
kepada orang tua, teman, maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya.
4. Perhatikan petikan hikayat ini!
Coba kamu tentukan tema, amanat, setting, pelaku dan perwatakannya pada
penggalan hikayat berikut!
Maka kata Seri Rama, “Hai burung! Bukan kasihan engkau melihat hal
aku ini, kau cerca pula dengan nista akan daku. Sebagaimana istriku lenyap
daripada mataku, binimu yang hampir kepadamu itu pun jangan kau lihat
lagi!”
Dengan anugrah Dewata mulia raya, pada seketika itu juga mata burung
jantan itupun buta; maka bininya yang keempat itu pun tiada lagi dilihatnya.
Maka Seri Rama pun hairan melihat hal yang demikian itu. Maka ia pun
lalu berjalanlah. Berapa lamanya maka bertemu dengan burung bangau
minum air pada sebuah danau. Maka Seri Rama pun bertanya kepada burung
bangau itu, “Hai bangau, adakah engkau melihat isteriku Sita Dewi dilarikan
orang?”
Maka kata burung yang ada di danau itu, “Ya tuanku orang muda!
Hambamu tiada tahu, tetapi tatkala hambamu minum air pada danau ini ada
hamba melihat dalam danau itu rupa bayang-bayang rata. Maka hamba pun
melihat ke langit, hamba melihat maharaja Rawana membawa seorang
perempuan terlalu elok rupanya, diterbangkan oleh Ratu itu hamba tiada
tahu. Perempuan itu berkain kesumba warna emas; diikat perca kain itu dua
tiga keping dibuangkannya dalam danau ini.”
Maka kata Seri Rama, “Hai burung bangau! Pada mulalah aku mendengar
kabar tentang isteriku. Nyata (kan) apa kehendakmu pada aku, supaya
kumohonkan kepada Dewata mulia raya.”
Maka kata bangau itu, “Ya tuanku! Si(n)da mohonkan pada tuan hamba:
jika hamba berdiri pada sebuah danau, leher hamba sampai pada empat buah
danau. Dapat mencari makan kiranya hamba.”
Maka kata Seri Rama, “Hai bangau! Jika lalu kupohonkan kau peroleh
sekehendak hatimu, niscaya menyesal engkau kemudian.”
Maka kata Laksamana, “Ya tuanku Seri Rama! Jika leher bangau itu
panjang, niscaya ’segera ia dijerat orang.”
Maka kata Seri Rama, “Hai Laksamana! Barang kehendaknya kupohonkan;
barang bicaranya kuturutkan bukan salah daripada Hamba, karena Hamba
mohonkan pada Dewata mulia raya.”
Sudah itu, maka Seri Rama pun minta doa: dengan seketika itu juga maka
leher bangau itu pun panjang.
5. Apa yang kamu ketahui tentang resensi dan bagaimana sistematika
penulisannya? Berikan contoh resensimu?


Previous
Next Post »