Cerita Winny Putri Lubis Cerpen Bebas Bercerita Pertama Kali







Cerita Cantik Winny Putri Lubis dalam karangan cerpen versi bebas karangan dan bersifat opini
tidak ada fakta dan berita informasi terkai dalam berita nyata buat sekedar hiburan, cerita inspirasi
menghibur entertainment dalam kategori bebas bercerita berkhayal ,kreatif

Sebelum membaca cerpen karya bebas karangan winny putri ini mari kita semua berdoa sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing berdoa mulai. Berdoa selesai selamat membaca
dan menikmati sampai bosan cerita transparan putri winny oh cantik jelita opini cerita pendek.

Ini adalah hanya cerpen Berjudul Winny Putri Lubis Bebas Cerita.

Awalnya bermula dari ketidaksengajaan, tapi yang namanya jalan hidup itu tak pernah bisa ditebak. Waktu dan Ruang tak pernah bisa dipahami manusia, dan ketika mereka bergerak dan mengayunkan roda takdir, maka tak ada yang mampu menolak. Winny Putri adalah seorang celeb di instagram yang sudah cukup banyak dikenal di dunia maya.


 Tentu saja, dia adalah seorang wanita, atau seorang gadis tentu saja, dan kalian semua tentu sudah tahu bagaimana ciri-ciri umum seorang wanita (yang tentu saja sangat berbeda dengan ciri-ciri umum seorang pria). Namun dapat dikatakan (dan dipastikan) bahwa Winny (yang namanya hampir mirip dengan salah satu tokoh kartun idola anak-anak) mempunyai rupa dan wajah yang berbeda dengan wanita (atau gadis) kebanyakan. 


Tidak, Winny bukanlah beruang madu, tapi dia sungguh seorang manusia. Selain parasnya yang putih, cantik, manis, bibir merona dan pipi mulus tanpa cela, bahkan bagian tubuhnya pun sangat proporsional untuk ukuran standar seorang model, atau peraga busana. Dan tatapan matanya, bisa menimbulkan banyak kenangan (dan mimpi penasaran) bagi yang pernah bertemu dengannya; anggun, cantik, cerdas, sedikit sombong dan percaya diri, serta nakal. 


                                                 Hasil gambar untuk winny putri lubis

Dan semua hal yang ada padanya itulah yang membuat dia akhirnya menjadi idola para lelaki dewasa (dan juga anak-anak yang berpikiran sedikit dewasa) dan mengalahkan tokoh kartun idola anak-anak yang namanya mirip dengannya. 

                                   

Perihal sebenarnya berasal dari meme (yang berupa gambar dengan kata-kata olokan bernada humoris dan sarkastik), yang ada tulisannya 'Jalan hidupku tak seindah bodynya Winny Putri'. Saking penasaran, maka pencarian pun dilakukan lewat jalan pintas; mencari tahu lewat mesin pencari Google. Hanya dengan mengetikkan namanya saja, milyaran robot pintar milik raksasa Google pun langsung memberikan hasil pencarian dalam sepersekian detik, lengkap dengan info komplit dan juga mulustrasi yang sangat banyak dan beragam. 

Dan aku pun cuma bisa terkagum-kagum, sambil membuka mata lebar-lebar, tak lupa sedikit menjilat bibir, serta berusaha keras mengusir benih-benih jahat yang mulai menggelap di dasar pikiran!
Bertemu dengan gadis cantik winny putri lubis mempunyai nilai makna dan keindahan tersendiri


Terlalu banyak foto yang menunjukkan kecantikannya, dan juga belahan dadanya. Terkadang timbul juga sejenis pertanyaan, kenapa sekarang ini banyak wanita (tak peduli muda belia, agak tua atau masih anak-anak sekalipun) sangat suka memajang foto (atau terkenal dengan istilah selfie) yang menampakkan sedikit (dan memang benar-benar sedikit) bagian tubuhnya yang terbuka, terutama wilayah dada,payudara dan paha serta daerah tubuh seksi cantik putri winny jelita. 

                                     



Mungkin hanya sekedar untuk menarik perhatian, atau kebetulan tidak sengaja, atau (mungkin) justru benar-benar disengaja, atau bisa saja diatur demikian, atau kameranya (yang biasanya kamera ponsel) memang diatur untuk mengarah ke wilayah yang demikian, atau memang mungkin pengaruh sosial yang menuntut begituan, atau yang terakhir, karena memang ingin menampilkan foto yang posenya tidak kalah dengan foto milik teman atau kenalan atau siapa saja yang memasang foto pose begituan, dan tentu saja tidak mau kalah dengan saingan. 


Berdasarkan studi yang dimuat di New England Journal of Medicine; mengatakan bahwa menatap buah dada yang seksi selama 10 menit bisa disamakan dengan latihan aerobik selama 30 menit dan mempertajam penglihatan untuk mata yang bermasalah atau rabun. 



Penelitian nyeleneh dilakukan oleh Dr. Karen Bouncer dan koleganya di tiga rumah sakit di Frankfurt, Jerman, yang melibatkan 200 lelaki. Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sebaliknya seratus lelaki lainnya justru dilarang untuk melihatnya. Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan kelompok pengintip dada perempuan mempunyai tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah. “Kenikmatan seksual memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah,” kata Dr. Bouncer. 



“Kami percaya jika lelaki memandang dada ukuran ‘cup D’ secara teratur, mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun.” Jujur saja, sejak tahu tentang studi ini, aku jadi sering  (atau malah lebih tertarik) melihat foto-foto yang menampilkan dada perempuan (terutama yang masih gadis, dan terutama lagi yang ‘asia’). Bahkan hanya dengan melihat belahan dada saja sudah membuatku senang. Aku tidak tahu mungkin ini sejenis penyakit atau fetis yang belum ada namanya (dan juga obatnya). Tapi kembali ke kisah Winny, yang fotonya bertebaran dengan cantik dan beberapa memakai pakaian yang (sedikit) kelihatan belahan dada. 

Aku tak pernah bisa menduga alasannya, mungkin karena pakaiannya yang mengkondisikan dia sehingga harus berpose sedemikian, atau justru dia yang mengkondisikan pakaiannya dan berpose demikian untuk mengundang perhatian. Aku yakin kedua argumen itu masih bisa diperdebatkan, tapi tentu saja tak perlu memperpanjang semua alasan itu menjadi semakin runyam, karena yang jelas, foto-fotonya sangatlah elegan. Hohoho hai cantik hai cantik saya suka sama Winny Putri Lubis oh Bidadari saya jatuh dari langit... Terlebih lagi Winny itu begitu cantik dan menggoda, kebayang juga kalo bisa memilikinya. Ini murni pikiran kotor seorang beautiholic.


Winny membuka pintu itu, sejenak tersenyum, lalu melangkah masuk dan akhirnya duduk di depanku. Penampakannya sekilas mirip dengan Lee Soo Bin, artis Korsel yang pernah datang dalam mimpiku, atau malahan mirip seperti Mei Hua, gadis Taiwan yang menjadi teman chatting di Weibo dulu, ketika aku masih aktif blusukan di forum berbahasa Mandarin. Dia memakai setelan jaket dari bahan jeans, dan juga celana pendek dari bahan yang sama berwarna biru muda, namun di bagian dalamnya (yang terlihat karena kancing jaketnya yang terbuka) aku bisa melihat baju atasan putih berenda dengan potongan v di dada yang sedikit memperlihatkan belahannya. Tak lupa juga, kulihat Winny memakai kalung dengan liontin bertuliskan Putry yang bertatahkan berlian, sama seperti yang biasa dipakainya di setiap fotonya di instagram. Sungguh benar-benar pakaian yang pantas untuk bertemu dengan seorang klien (atau alien, dari sudut pandang orang lain yang melihat kami), dan benar-benar mencerminkan sosok seorang gadis kosmopolitan. Kafe tempat kami bertemu memang cukup lumayan sepi, dan cuaca diluar sana tidak begitu panas, namun cukup menghangatkan hari ini. Benar-benar hari yang sangat pas buat bertemu dengan seorang bidadari.

"Terima kasih sudah mau bertemu, aku senang akhirnya bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Kebetulan memang agak sulit dan juga langka, jadi memang nyarinya butuh keahlian khusus. Jadi terima kasih sekali lagi atas bantuannya," kata Winny dengan manis, maksudku nada bicaranya dan juga senyumannya. O ya, Winny ini punya bibir yang seksi dan manis dilihat, namun ketika dia berbicara, bibirnya yang merah itu bergerak-gerak lincah dan terkesan nakal. Mungkin kalian bisa berpikiran bahwa bibirnya itu sejenis permen lolipop dan ingin sekali menggigitnya, atau setidaknya, menjilatnya.


Aku mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya semuanya sudah sesuai dengan rencanaku.
Aku adalah seorang penggemar wanita cantik atau lebih sering disebut beautiholic, dan hal itulah yang membuatku mulai mencari tahu segala hal tentang Winny. Waktulah yang telah menggerakkan roda takdir, sehingga tercipta ruang dimana aku bisa bertemu dan bertatap muka dengan Winny. Awalnya (setelah kejadian dari pertolongan robot-robot pintar dari Google, mungkin hanya beberapa menit setelah kekagumanku menatap foto-fotonya), aku tidak sengaja menemukan akun twitternya Winny, lalu juga instagramnya, yang kemudian setelah mengamati selama beberapa hari tentang update status yang sering ditulisnya dan juga foto-foto baru yang diunggahnya, membuatku jadi kian tertarik. Rasanya sulit dijelaskan; entah seperti cinta, tapi tidak mungkin, karena kekagumanku pada Winny hanya sebatas perasaan ‘kagum’, dan bahkan tidak sampai mengarah ke fantasi. Mungkin benar secara tidak sadar aku pernah memimpikannya di antara tidur dan alam bawah sadarku, tapi kurasa hal semacam itu wajar. Hanya saja setiap kali melihat dan menatap sambil mengagumi foto-fotonya, hatiku bergetar. Dan getaran itu membangkitkan semangat untuk ku menjalani hari. Rasa-rasanya dunia menjadi lebih indah dan cerah, dan aku pun bersyukur masih diberi karunia masih bisa menatap makhluk yang keindahannya seperti bidadari.

Waktu itu Winny sedang meminta bantuan untuk mencari sesuatu; sesuatu yang sangat dia butuhkan, sesuatu yang dirahasiakan karena dia hanya akan memberitahu tentang sesuatu itu hanya kepada mereka yang benar-benar mau membantu. Tentu saja banyak yang ingin membantu, terbukti dengan begitu banyaknya comment yang ada, entah yang bernada serius, menghibur, atau sekedar basa-basi, namun pertanyaannya, sesuatu apakah itu? Hanya dengan melihat fotonya secara seksama, maka petunjuknya bisa ditemukan. Nah, malah jadi semacam teka-teki. Tapi justru hal inilah yang membuat banyak orang penasaran. Winny sangat hobi mengunggah foto-fotonya yang memamerkan pakaian bermerk, karena dia memang sering meng-endorse beberapa produk fashion, selain itu juga selalu terpasang kalung atau liontin yang cukup mencolok di lehernya. Dari hobinya itulah, dia akhirnya menjadi banyak dikenal di media sosial, dan membuka bisnis butik dan salon kecantikan. Namanya pun menjadi dikenal banyak orang. Aku pun cuma bisa menebak!

Maka aku pun memulai pencarianku. Yang pertama adalah mempersiapkan segala sesuatunya, sebagai bekal. Hasil dari bisnis berjualan online lumayan menguntungkan, belum lagi honor dari jasa desain, tukang edit foto, dan juga membunuh vampir. Maka aku pun nekat berangkat ke Medan. Sesungguhnya Medan adalah kota yang sama sekali asing bagiku, dan aku tidak tahu pasti disebelah mana alamat Winny. Namun niatku telah bulat, aku akan membantu Winny mencari apa yang sangat dia inginkan.
Setelah beberapa hari berkendara (yang tak perlu kuceritakan betapa berisik, penuh sesak dan sumpeknya berada dalam bus jurusan Jawa-Sumatra), maka sampai juga akhirnya aku di Medan. Sebagai seorang stalker sejati, yang pertama-tama kulakukan adalah mengetahui lokasi target. Alamat butik dan salon Winny sangat mudah ditemukan, maka aku bisa segera merencanakan berbagai rencana, mulai dari rencana A hingga rencana Z. 
Sebelumnya, aku sudah lama mendengar, bahwa di Sumatra ada seorang sakti bernama Dato Raja Kumbang. Katanya dia tinggal di sebuah hutan yang penuh dengan siluman dan makhluk jadi-jadian. Konon kabarnya, Dato Raja Kumbang menjadi penguasa hutan itu, dan juga penguasa bayangan dari Sumatra yang sesungguhnya. Semua dikarenakan kesaktiannya, dan juga pusaka yang disimpannya, yang katanya sanggup memberikan apa saja yang diinginkan orang yang dengan tulus menjalani ujian khusus. Sejujurnya aku tidak percaya dengan itu semua, dan kalian pun kurasa juga tidak akan percaya. Namun meskipun begitu, aku tetap mempersiapkan diriku dengan berbagai macam peralatan dan perkakas yang mungkin saja bisa membantuku selama perjalanan. Tak lupa kuasah pedangku setajam mungkin, aku sadar, mungkin akan ada sedikit pertumpahan darah melawan siluman atau makhluk jadi-jadian, jadi ketrampilanku sebagai pemburu vampir mungkin akan sedikit dibutuhkan.

Namun demi mendapatkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh Winny, aku harus mau tidak mau juga harus menempuh ujian itu. Aku membayangkan petualangan layaknya Hercules putra Zeus ketika menempuh 12 Ujiannya, atau petualangan Son Goku mengumpulkan ketujuh Dragon Ball sehingga bisa mengabulkan semua permintaannya. Singkat saja, berbekal Google Maps di ponselku, aku dengan segera dapat menemukan lokasi tempat persemayaman Dato Raja Kumbang. Hutan tempat tinggalnya merupakan gabungan dari rawa-rawa becek, hutan setengah lebat dengan pohon-pohon tinggi berumur tua, dan juga semak-semak broom tinggi yang menimbulkan rasa gatal di kulit. Layaknya petualangan yang sering ditayangkan di televisi swasta tentang eksplorasi daerah nusantara yang belum terjamah, aku menerobos hutan dengan penampilan seorang backpacker sekaligus pemburu vampir. Dan pada pagi hari setelah lusa ketika aku memulai perjalananku, aku akhirnya bertemu dengan Dato Raja Kumbang.

Penampilannya jauh dari bayanganku semula. Ternyata dia belum begitu tua, meskipun dari namanya terdengar seperti dia sudah tua. Dato Raja Kumbang berpostur tegap, dengan tubuh lumayan gempal, rambut sebahu, dan berpakaian sederhana seperti layaknya orang desa. Dato Raja Kumbang tinggal di sebuah gubuk tua, yang dibangun tinggi menyerupai rumah panggung. Awal pertemuanku di depan pintu gerbang rumahnya sangatlah mendebarkan, karena dia menyapaku dengan bahasa kaum pendekar.
“Selamat pagi!” sapa Dato Raja Kumbang. “Ada apa gerangan kisanak datang ke tempat ini?”
“Selamat pagi!” kataku dengan riang. “Saya sedang mencari Dato Raja Kumbang.”
Dato Raja Kumbang tersenyum, “Kalau begitu keberuntungan mempertemukan kita,” kata sang Dato. “Senang berjumpa denganmu. Kisanak sedang berlibur ya? Atau mungkin sedang melakukan syuting acara petualangan di sekitar tempat ini?”
“Bukan, saya bukan kru film Perjalananku dan Petualanganku yang terkenal itu, saya hanya kebetulan sedang jalan-jalan dan ingin bertemu dengan anda,” jawabku menjelaskan.
“Bertemu denganku?” Dato menatapku dengan curiga, “Apakah kisanak dari Koperasi Simpan Pinjam?”
“Bukan,” jawabku.
“Ah, mau menarik motor saya karena cicilan terlambat tiga bulan?” tebak Dato seenaknya.
“Bukan juga,” jawabku jengkel. Lagipula aneh sekali kalau di tengah hutan lebat seperti ini sang Dato punya motor, cicilan lagi.
“Baiklah-baiklah. Jadi apa keperluan kisanak sebenarnya?”
“Saya kemari ingin bertemu dengan Dato, perihal tentang pusaka yang dipunyai Dato, yang konon katanya sanggup mengabulkan segala keinginan,” jawabku dengan jujur.
“Ah, batu bertuah ya!” seru Dato akhirnya. “Kenapa tidak kisanak utarakan dari tadi. Mari, masuklah ke dalam rumah.” kata Dato dengan ramah.
Maka begitulah, sang Dato pun mengundangku masuk ke dalam rumahnya yang seperti rumah panggung itu. Kontruksinya dari kayu (semuanya) dan tampak sederhana sekali, namun juga sangat berkesan kuno. Rumahnya agak bau, yang berasal dari campuran kayu lapuk, tikar apak dan juga tumpukan cucian beberapa hari. Meskipun begitu, di bagian bawah rumah, aku sempat melihat 2 motor matic model terbaru diparkir, belum lagi sebuah sepeda lipat, sebuah skuter, dan sebuah gerobak sederhana. Selain itu, pekarangan belakang terdapat ladang jagung yang bercampur anea macam sayuran, dan juga kandang domba. Aku yakin hidup Dato di tempat ini seperti layaknya permainan berkebun di Android.
Ketika memasuki rumah, Dato segera memperkenalkan aku dengan kedua istrinya, yang masih muda belia dan cantik. Mereka berdua segera mempersiapkan jamuan makan, sementara Dato mengajakku masuk ke sebuah ruangan lain. Di ruangan itu, Dato mengeluarkan kotak kayu berbungkus kulit yang sudah sangat kuno sekali. Kotak itu diletakkan di lantai, lalu Dato mengajakku duduk, dan membuka isinya. 

“Inilah batu bertuah yang melegenda itu,” kata Dato sambil menunjukkan sebuah batu berwarna merah seukuran jempol kaki, dengan goresan berwarna emas pada bagian tengahnya, melintang tipis berbintik pada pinggirannya. “Sebenarnya aku menamai batu ini dengan nama batu Bulu Macan, tapi beberapa orang malah menyebutnya sebagai batu bertuah.”
Aku mendekat mengamatinya, dan entah kenapa merasa pernah melihat batu yang serupa seperti itu di Pasar Tanah Abang. Ini adalah salah satu jenis dari sekian banyak jenis batu akik yang tersohor itu. Lalu dimana sebenarnya tuahnya? atau bagaimana bisa batu ini mengabulkan segala macam permintaan?
“Ketahuilah kisanak, sebenarnya apa yang ada di dunia hanyalah semu. Semua yang dilihat mata hanyalah pancaran dari permainan cahaya. Kepuasan dan ketenangan yang sesungguhnya ada dalam hatimu sendiri,” kata Dato dengan tiba-tiba. “Jika kau menginginkan sesuatu, maka mintalah hanya kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang sanggup mengabulkan segala keinginan, dan juga sesuatu yang kau cari-cari itu.”
“Tapi menurut kabar yang kudengar, Dato adalah orang sakti yang menguasai daerah ini. Bahkan bisa dikatakan penguasa dari hutan ini, berikut siluman dan makhluk jadi-jadian yang menjadi penghuni tempat ini. Bahkan banyak yang percaya keajaiban dari kekuatan pusaka yang dipunyai Dato ini.”
Sang Dato hanya tersenyum, “Percayalah kisanak, itu semua hanyalah bagian dari infotainment. Agar orang-orang dapat berkunjung ke tempat seperti ini, dan juga mengeksplor kekayaan negeri kita yang indah ini, maka diciptakanlah legenda seperti itu. Kisah-kisah seperti itu hanyalah buatan manusia. Manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah diraihnya, juga tidak pernah bisa menyadari apa yang telah berada di tangannya. Maka dia pun mencari kepuasan lain, dengan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan alam, seperti mendaki gunung, eksplorasi, outbound, hiking, berkemah dan beberapa kegiatan lain yang berhubungan dengan alam. Semuanya dengan tujuan merefresh pikiran, meredakan ketegangan sehabis lelah bekerja, dan alasan-alasan lain. Namun semuanya itu bermuara pada satu hal; Manusia harusnya bisa lebih banyak bersyukur.”
“Tapi kulihat disini Dato hidup nyaman dan bahagia, dengan rumah dan semua ladang, juga istri-istri yang cantik. Bagaimana Dato bisa melakoni semua ini?”
Dato kembali tersenyum, sambil berkata; “Hanya satu kisanak,” Dato membuka kedua tangannya dengan dramatis, “Cinta. Dengan itu, kita mampu menjalani segalanya, meraih segalanya, mencukupkan segalanya, dan juga membahagiakan semua.”

Entah kenapa aku tiba-tiba terharu. Memang benar jawabannya hanya satu. Maka aku pun bersujud dan bersyukur, lalu meraih tangan Dato dan menciumnya atas segala petuah dan nasehatnya. Lalu salah seorang istri Dato mengundang kami, dan memberitahu bahwa hidangan sudah disiapkan, dan kami pun makan bersama.
Aku menginap di rumah Dato semalam, dan menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana kehidupan sederhananya dijalani. Tak ada bunyi berisik selain seruling yang ditiup istrinya untuk menghibur kami, atau bunyi paduan suara selusin kumbang yang malam itu melakukan konser di salah satu pohon. Tak ada wi-fi maupun jaringan internet di tempat ini, hanya sekeranjang buah-buahan apel dan beri hitam yang menemani obrolan kami. Namun meskipun begitu, ada kedamaian tak terungkapkan yang kudapat di tempat ini. Di tempat ini, cinta benar-benar diwujudkan dalam setiap suasana. Kata-kata istri Dato yang manis dan anggun, juga perhatian dan kasih sayang sesama penghuni rumah itu yang hangat dan ceria, seolah kebahagiaan tak pernah mau pergi dari rumah ini. Semua hal dan tindakan dilakukan dengan sepenuh hati, dan aku mendapatkan banyak sekali nasehat dan pengalaman. Dan paginya aku segera bergegas kembali ke kehidupanku yang sesungguhnya, dunia dimana cinta hanya sebuah kata tanpa makna.
Sebelum aku pergi, salah seorang istri Dato mendatangi sambil membawa sebuah bungkusan. “Ini hadiah dari Dato untukmu, bawalah pulang. Semoga bisa membantumu menemukan sesuatu yang kamu cari itu.”
Aku menerimanya dan berterima kasih.

Waktu telah membimbingku ke sebuah ruang, dimana semua pengertian dan pemahamanku akan kehidupan berubah total. Apa yang telah dikatakan Dato Raja Kumbang mempengaruhiku hingga beberapa hari kemudian. Aku kembali sibuk dengan kegiatan harianku, mengemas barang-barang pesanan, mengecek segala sesuatunya agar beres dan lancar. Pagi itu aku sengaja membongkar salah satu bungkusan (yang aku tak ingat apa isinya dan darimana); sebuah beha berwarnasalem, lengkap dengan underwearnya, dan juga sebuah lingerie violet. Kususun sedemikian rupa, dan kufoto, lalu kuunggah ke inboxnya Winny. Tak lupa kucantumkan kata-kata: mungkin ini hanya sebagian kecil dari apa yang kau inginkan, sebagian besar yang lain, setelah kita bertemuSesuatu itu akan kujelaskan, jika Waktu mampu melanjutkan. Nekat saja, tapi aku yakin bahwa dia akan menerimanya. Hasil pengamatanku dari foto-fotonya, yang selalu memakai baju pas ketat, bermerk ternama dan juga sensual, entah kenapa membuatku berkesimpulan, bahwa mungkin saja dia juga membutuhkan hal yang sama di bagian dalamnya. Lagipula, memberikan underwear bermerk dinilai sangat mewah bagi seorang gadis, dan menunjukkan bahwa si pemberi mempunyai rasa kasih sayang dan kekaguman yang besar. Dan setelah menunggu selama beberapa jam, balasan dari Winny pun masuk ke inboxku. Aku berkata bahwa aku bisa menunjukkan bahwa barang itu asli, dari Jepang, lengkap kucantumkan nomer produksi dan barcodenya, dan aku bisa memberikannya dengan harga murah, jika dia mau mempercayaiku, dan mengirimkan alamat penerimanya. Aku mengaku bahwa aku salah satu followernya di media sosial, dan aku juga mendalami bisnis jual beli online ini sudah cukup lama, namun hubungan profesional tetap harus dipegang teguh. Dan itulah yang kemudian terjadi.

Barangnya kukirim ke alamat yang dia berikan, dan setelah dia menerimanya, dia pun mengkonfirmasi bahwa dia sangat senang sekali. Belakangan, kami sempat chating dan bertanya banyak macam-macam, yang berakhir dengan sebuah janji pertemuan. Dan di kafe inilah akhirnya kami bertemu.
"Sudah lama menjalankan bisnis ini?" tanya Winny.
"Lumayan, hampir 3 tahun," jawabku.
"Wah, emang nggak malu cowo jualan underwear wanita?"
"Enggak lah, lagipula bukan cuma underwear wanita kok, yang untuk pria juga ada, cuma memang variannya sedikit. Dan untuk apa malu, ini kan bukan mencuri atau korupsi gitu,"
Winny tertawa mendengar jawabanku.
"Tapi kok bisa tahu ukuran dan warna kesukaanku. Pas banget lagi,"
"Jujur saja, itu cuma tebakan nekat'" jawabku.
"Tebakan nekat gimana?" tanya Winny.
"Ya, cuma dengan memandangi fotomu lekat-lekat..."
Winny mengerutkan kening, "tapi nggak sambil mikirin yang enggak-enggak kan?"
"Aku rasa wajar kalo pria dewasa berpikir yang enggak-enggak ketika melihat fotomu," jawabku tersenyum.
Winny mungkin merasa risih dengan jawabanku, dia buru-buru menyeruput minumannya, lalu mengalihkan topik pembicaraan.
"Kira-kira kita bisa partneran nggak, soalnya kadang di butik aku juga ada yang nyari barang-barang kayak gituan?"
"Bisa, silahkan kontak saja bila butuh bantuan. Soal harga, nanti bisa dirundingkan secara profesional,” jawabku kalem.
Winny hanya tersenyum lagi.
“Eh, tapi ngomong-ngomong, saya sudah tahu jawaban dari sesuatu yang selama ini Winny cari,” kataku kemudian.
“O ya?”
Aku mengangguk.
“Di inbox kamu pernah bilang bahwa jika Waktu mampu melanjutkan, maksudnya apaan ya?”
“Ya, jika Waktu benar mau melanjutkan semua hal yang telah mempertemukan aku dan kamu,” jawabku. “Maksudku, selama ini aku sudah memperhatikan Winny sejak lama, juga mengikuti apa-apa yang ditulis Winny di media sosial. Kupikir, Winny sudah memiliki semua yang Winny butuhkan di dunia ini, ya harta, ya kecantikan, ya kehidupan yang menyenangkan, lingkungan yang nyaman. Aku yakin selama ini Winny pun tanpa sadar sudah menyadari itu semua.”
Winny mengangguk, “Memang bener sih, Winny sudah punya itu semua. Tapi entah kenapa, rasa-rasanya ada sesuatu yang mengganjal ketika Winny mau tidur. Sesuatu itu terus menghantui pikiran, sesuatu yang sangat Winny inginkan.”
“Kasih sayang,” kataku. “Cinta.”
Winny menatapku, “Winny memang baru berpacaran, dan rasanya sudah nyaman dengan hubungan sekarang.”
“Nyaman bukan berarti tenang. Winny membutuhkan sesuatu yang lebih besar dari itu semua. Perlu Winny ketahui, bahwa cinta itu misterius, indah dan tak terduga.”

Selama hampir seminggu, aku banyak sekali mengirimkan paket ke alamat yang diberikan Winny. Aku pun mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya, sebagai bonus karena dia telah melarisi daganganku. Kami juga lebih sering chat, entah lewat media sosial, maupun aplikasi chating lain. Obrolannya tentu saja hanya masalah orderan barang. Kadang aku melihat-lihat akun instagramnya, dan menemukan banyak sekali foto-foto barunya, tampak manis dalam koleksi baju-baju baru yang dipamerkan di butiknya. Memang kuakui dia sangat pandai memanfaatkan, ya dari hobinya, dan juga paras ayunya, keindahan tubuhnya, peluangnya dalam melihat pasar, dan juga teknologi yang dikuasainya. Hanya dengan bermodal foto lewat kamera, dia bisa terkenal, sekaligus menjual apa yang dia pakai. Pemikiran cerdas seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh generasi muda, jangan hanya berselfie ria untuk menunjukkan keeksisannya, namun tanpa hasil sama sekali. Menarik perhatian lawan jenis itu penting, namun juga sebisa mungkin mendapatkan poin lebih dari sekedar dicintai dan dipuja. Dapatkanlah penghasilan dengan memajang foto selfie! itu bunyi salah satu tagline yang pernah kubaca dalam sebuah seminar bisnis online.
Melihat-lihat foto Winny, kadang membuatku berpikir, betapa indah tubuhnya. Apalagi pernah, Winny memajang fotonya yang sedang di Gym, dengan pakaian ketat dan berkeringat. Terlihat basah dan betapa menyenangkannya bila bisa...ah, tunggu, jangan sampai kelewat batas!

Winny membuka pintu itu, sejenak tersenyum, lalu melangkah masuk dan akhirnya berdiri di depanku. Perlahan-lahan dia membuka bajunya, dan tampaklah beha dan celana dalam warna salem yang beberapa waktu lalu kukirimkan kepadanya. Winny mendekatiku, dan meraih tanganku. Aku berdiri, benar-benar berdiri (bahkan bagian bawahku), dan mulai mengusap payudaranya itu. Melihat fotonya saja sudah membuatku bahagia, namun meraba tubuhnya, seperti melemparkanku ke surga. 
“Jadi kau sudah menemukan sesuatu yang aku cari selama ini? Dan inikah jawabanmu?” kata Winny dengan suaranya yang lirih.
“Ya,” jawabku singkat. “Tapi apa sebenarnya arti cinta bagimu?”
“Cinta tak akan pernah mudah dipahami hingga dia berada di antara kita berdua.”
Winny tersenyum dan mulai memelukku, atau justru aku yang lebih dulu memeluknya, dan kami pun bergumul, menautkan bibir, menggerayangi tubuh, dan aku merebahkan dia di ranjang kamar hotel itu, tanpa memperdulikan segala sesuatu yang ada padaku. Winny mendesah, dan suaranya membuatku semakin bergairah. Aku menindih, dan dia merintih. Dia melenguh, dan aku mengaduh.

"Tidak bisakah kita hentikan semua ini, jujur saja, aku agak illfeel melihat tatapanmu yang sepertinya mencurigakan," kata Winny.
Aku tersentak, kaget, dan tersadar dari lamunanku. Ah, iya, kami sebenarnya masih duduk di sebuah Kafe, dengan secangkir kopi pahit di hari yang menyenangkan untuk bertemu seorang bidadari payudara montok, dada besar lembut putih indah dan membuat hati puas bila merabah mengelus-elus serta meremas-remas payudara winny putri Bidadari ini rasanya sungguh mantap saat bila ada kesempatan dengan payudara goyang-goyang winny naik turun saat di raba membuat hati lebih tertarik pada bidadari langit jatuh dari kayangan apa yang membuatku wahai bidadari winny putri bidadari.

"Ah maaf, bertemu denganmu yang seperti bidadari membuatku berfantasi," kataku kemudian.
Winny terkikik lagi, "Hihihi, hentikan rayuan gombal itu." Dia lalu segera menghabiskan minumannya, dan kemudian berkata, "Ok, sekali lagi terima kasih. Juga terima kasih buat minumannya. Aku senang jika diwaktu yang akan datang kita masih bisa bekerja-sama." Winny tersenyum manis, lalu sambil mengucapkan "Goodbye," dia melangkah keluar dan segera pergi dari tempat itu.
Aku termenung sebentar. Sekarang hanya tinggal satu yang kupikirkan; bagaimana caranya membayar semua beha, pantydan juga lingerie yang sudah kuberikan ke Winny, karena tiba-tiba saja aku teringat bahwa itu adalah hadiah dari salah satu istri Dato Raja Kumbang. Dan entah kenapa, aku juga merasa, bahwa Winny tak akan menghubungiku lagi.


Terima kasih telah berkunjung


Previous
Next Post »